PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas operasional melalui penerapan kebijakan nol toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk tindakan kecurangan atau fraud. Langkah tegas ini dilakukan sebagai upaya konkret perusahaan untuk memastikan seluruh aktivitas bisnis tetap berjalan dengan transparan, akuntabel, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa perusahaan tidak akan memberikan ruang bagi oknum mana pun yang mencoba melakukan penyimpangan yang berisiko merugikan nasabah, negara, maupun citra lembaga. Setiap indikasi tindak pidana yang ditemukan akan langsung melalui proses investigasi internal yang ketat, dan apabila terbukti melanggar hukum, BRI berkomitmen untuk menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak aparat penegak hukum (APH).

Dalam upaya transformasi yang berkelanjutan, BRI memperkuat fondasi tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) di seluruh unit kerjanya tanpa terkecuali. Penguatan ini mencakup optimalisasi manajemen risiko, sistem deteksi dini berbasis teknologi, hingga penegakan aturan disiplin yang konsisten bagi seluruh pegawai, baik di level staf maupun manajerial. Kebijakan ini juga selaras dengan arahan penguatan tata kelola di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus didorong.

Selain memperketat pengawasan, bank pelat merah ini juga mengedepankan budaya internal yang menjunjung tinggi etika kerja. Melalui mekanisme Whistleblowing System (WBS) dan peningkatan kesadaran kepatuhan, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sekaligus meminimalisir peluang terjadinya tindak pidana. Sanksi tegas, mulai dari tindakan disipliner hingga pemutusan hubungan kerja, menjadi konsekuensi mutlak bagi setiap pelanggar aturan.

BRI meyakini bahwa tata kelola yang tangguh merupakan kunci utama dalam mempertahankan daya saing dan nilai jangka panjang perusahaan. Dengan mengedepankan transparansi dan integritas sebagai budaya kerja utama, BRI optimistis dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang.