Pemerintah Indonesia dan India resmi mempererat kemitraan bilateral di sektor energi dan industri strategis. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedua negara telah sepakat untuk mengakselerasi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta melakukan pertukaran teknologi guna meningkatkan kapasitas pemanfaatan energi nuklir nasional.
Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang menuntut kemandirian energi yang lebih tangguh. Melalui kolaborasi ini, Indonesia berharap dapat mengadopsi keahlian teknologi India dalam mengoptimalkan sumber energi alternatif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat infrastruktur kelistrikan tanah air.
Di sisi lain, Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyoroti pentingnya integrasi rantai pasok mineral kritis dan sektor baja antara kedua negara. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Non-Ferrous Materials Technology Development Centre, MIDWEST Ltd, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).
Kemitraan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi industri pengolahan mineral di dalam negeri. Sinergi ini diproyeksikan menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan kolaboratif antara Jakarta dan New Delhi di masa depan.