PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten tekstil dan garmen terintegrasi, mengumumkan dua aksi korporasi strategis sekaligus untuk memperkokoh posisi bisnisnya dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Perusahaan mengalokasikan dana maksimal Rp15 miliar untuk program pembelian kembali (buyback) saham serta merampungkan akuisisi 75 persen kepemilikan saham PT Lifestyle Pratama senilai Rp20 miliar.
Program buyback saham dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. TRIS menargetkan pembelian kembali maksimal 94 juta lembar saham atau setara dengan 3 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Langkah ini diproyeksikan mampu mendongkrak laba per saham (earning per share/EPS) dari Rp5,57 menjadi Rp5,75, seiring penurunan jumlah saham beredar dari 3,09 miliar menjadi 2,99 miliar unit, tanpa mengganggu stabilitas keuangan perseroan.
Sementara itu, ekspansi portofolio bisnis dilakukan melalui akuisisi mayoritas saham PT Lifestyle Pratama. Transaksi senilai Rp20 miliar ini diselesaikan melalui mekanisme pemotongan piutang (set-off) dari entitas afiliasi perseroan, PT Inti Nusa Damai. Karena nilai transaksi ini setara dengan 2,38 persen dari total ekuitas TRIS, aksi korporasi ini dikategorikan sebagai transaksi non-material dan tidak memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, menjelaskan bahwa langkah ganda ini mencerminkan keyakinan kuat manajemen terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Strategi diversifikasi usaha dan sinergi operasional yang terintegrasi diyakini akan memperkuat daya saing TRIS di pasar domestik maupun mancanegara.
Optimisme ini didukung oleh capaian positif pada kuartal pertama tahun 2026. TRIS membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 13 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp455,33 miliar. Sektor ekspor menjadi motor penggerak utama dengan peningkatan sebesar 17 persen YoY mencapai Rp276,24 miliar, membuktikan ketangguhan produk perseroan di pasar global meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.