Partai Demokrat resmi mengakhiri rangkaian Pendidikan Politik Nasional (Dikpolnas) tahun 2026 yang diselenggarakan selama dua hari di Museum dan Galeri SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur. Kegiatan yang berakhir pada Rabu (20/5) tersebut diikuti oleh 157 kader yang mewakili 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat dari seluruh penjuru Indonesia.
Acara puncak penutupan diisi dengan sesi pembekalan strategis oleh Presiden ke-6 RI yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai, Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam arahannya, beliau memaparkan tantangan geopolitik dan domestik, kepemimpinan transformatif, serta penegasan ideologi partai sebagai kompas utama dalam merancang strategi pemenangan menuju Pemilu 2029.
Rektor Institut Partai Demokrat (IPD), Andi Mallarangeng, menegaskan bahwa Dikpolnas merupakan instrumen vital untuk mencetak kader yang mampu merespons dinamika zaman. Baginya, pendidikan ini lebih dari sekadar pelatihan; ia adalah wadah konsolidasi nasional untuk memodernisasi tata kelola organisasi sekaligus memperkuat tingkat kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat.
Meski Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, berhalangan hadir secara fisik karena agenda dinas di Singapura, beliau tetap memberikan pengarahan melalui pesan video. Kehadiran sejumlah tokoh penting, seperti Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, turut memberikan bobot politis pada perhelatan yang mengusung tema penguatan kepemimpinan adaptif tersebut.
Iwan Setiawan Arifin Manasa, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah menerima materi mendalam terkait komunikasi politik, teknik pemenangan, hingga pembangunan basis massa yang solid. Harapannya, ilmu yang diserap para kader di Pacitan dapat segera diimplementasikan untuk menggerakkan mesin partai di daerah masing-masing guna menyambut kontestasi politik yang akan datang.