PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatatkan perbaikan struktur permodalan yang signifikan setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, mengungkapkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan kini menyusut menjadi 0,85 kali, dari posisi sebelumnya yang berada di level 1,3 kali.
Penurunan rasio utang ini dimungkinkan berkat adanya suntikan modal baru dari proses penawaran umum perdana saham (IPO) serta langkah strategis perusahaan dalam melunasi sebagian kewajiban finansialnya. Kondisi neraca keuangan yang lebih sehat ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis dalam jangka menengah.
Dalam tiga tahun ke depan, perseroan membidik perluasan lini usaha pada sektor energi terbarukan. BACH berencana merambah ke segmen panel surya, sistem penyimpanan energi berbasis baterai, serta solusi *hybrid power*. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan armada penyewaan dan penjualan generator guna mendukung kebutuhan infrastruktur telekomunikasi serta sistem kelistrikan nasional.
Budi menegaskan optimismenya terhadap prospek pertumbuhan perseroan di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, fokus bisnis perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur dasar menjadikannya memiliki daya tahan yang baik terhadap fluktuasi pasar.
Di sisi lain, antusiasme investor terhadap saham BACH terlihat cukup tinggi pada hari pencatatan perdananya. Saham perusahaan sempat menyentuh level *auto rejection* atas (ARA) di angka Rp550, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp2,24 triliun pada perdagangan perdana tersebut.