Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mengintensifkan komitmennya dalam memperluas perlindungan dan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui program unggulan bernama 'Berani Sehat' yang kini menjadi instrumen utama pemerintah daerah dalam memastikan warga mendapatkan perawatan medis yang layak di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fatma A Deu, mengungkapkan bahwa program yang diinisiasi sejak April 2025 ini menerapkan dua skema utama. Skema pertama berfokus pada integrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di mana pemerintah daerah hadir menanggung biaya iuran bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) serta mendaftarkan warga dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang status kepesertaannya belum aktif.
Hingga Juni 2026, realisasi anggaran untuk program ini telah mencapai Rp52,4 miliar. Dari total tersebut, porsi terbesar yakni Rp35 miliar dialokasikan untuk pembiayaan peserta PBPU, sementara Rp16 miliar lainnya digunakan untuk mendukung peserta PBI. Kabupaten Sigi tercatat memiliki jumlah peserta terbanyak, sementara Kabupaten Parigi Moutong menjadi wilayah dengan alokasi anggaran tertinggi mengingat tantangan demografis dan tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Selain terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, program Berani Sehat juga mencakup layanan non-JKN bagi pasien yang mengalami kondisi khusus, seperti korban tindak kekerasan domestik, penganiayaan, hingga penanganan wabah atau kejadian luar biasa. Tercatat sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026, ratusan pasien telah mendapatkan manfaat dari perlindungan kesehatan khusus ini.
Guna meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, pemerintah daerah telah mengadopsi aplikasi digital 'Sehati'. Teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana verifikasi kepesertaan yang presisi, tetapi juga mempermudah proses administrasi kependudukan bagi anak-anak yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), sekaligus mengintegrasikan data kesehatan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.