MIMIKA - Otoritas penyelenggara haji di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai bersiap menyambut musim haji 1448 Hijriah atau tahun 2027 Masehi. Persiapan tersebut diawali dengan rapat koordinasi lintas instansi guna menyelaraskan mekanisme pemeriksaan kesehatan bagi para calon jemaah haji sejak jauh hari.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Mimika, Muhammad Hilal, menjelaskan bahwa percepatan pemeriksaan medis ini merujuk pada instruksi langsung dari Kementerian Agama pusat. Skema baru ini sengaja diterapkan lebih awal untuk memberikan ruang verifikasi kesehatan yang lebih panjang demi menjamin kelayakan kondisi fisik para jemaah.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan sistem acak, pemeriksaan kali ini akan dilakukan secara terstruktur di Puskesmas yang sesuai dengan domisili masing-masing jemaah. Pihak Kemenhaj Mimika juga telah menjalin komunikasi dengan kantor wilayah lain untuk mempermudah koordinasi medis dan pemberkasan bagi jemaah yang berasal dari luar daerah.
Hingga saat ini, kuota sementara untuk keberangkatan tahun 2027 tercatat sebanyak 168 jemaah, termasuk 13 jemaah prioritas lanjut usia. Namun, baru 127 jemaah yang melaporkan kesiapan administratif mereka, sehingga sekitar 40 calon jemaah lainnya diharapkan segera melakukan pelaporan resmi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan ini akan difasilitasi secara gratis melalui program Medical Check Up (MCU) dari pemerintah daerah. Layanan medis gratis yang mencakup pemeriksaan darah lengkap dan indikator kesehatan umum ini akan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Puskesmas Timika, Puskesmas Pasar Sentral, dan Puskesmas Wania.