Jakarta—Penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) serta Environmental, Social, and Governance (ESG) kini telah bertransformasi menjadi pilar fundamental dalam ekosistem bisnis modern. Hal tersebut mengemuka dalam puncak acara The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 yang diselenggarakan di Ambhara Hotel, Jakarta, Kamis (9/7/2025).

Founder & CEO NoLimit Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa, dalam sambutannya menekankan bahwa perusahaan tidak dapat lagi mengabaikan praktik ini. Menurutnya, DEI dan ESG telah menjadi indikator utama yang menentukan reputasi serta tingkat kepercayaan, baik dari masyarakat luas maupun investor. Bahkan, generasi muda kini menjadikan komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan inklusivitas sosial sebagai tolok ukur utama dalam menilai sebuah organisasi.

Aqsath menyoroti bahwa tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha saat ini bukan sekadar menjalankan program, melainkan kemampuan membuktikan dampak nyata dari inisiatif yang diusung. Di tengah perubahan persepsi publik yang dinamis, efektivitas sebuah program harus mampu diukur secara akurat agar dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk memastikan keberhasilan tersebut, Aqsath menyarankan perusahaan untuk melakukan pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping), sistem peringatan dini, serta pengukuran dampak (impact measurement) yang komprehensif. Ia mengingatkan agar perusahaan tidak terjebak pada kuantitas program semata, melainkan berfokus pada perubahan signifikan yang dihasilkan bagi masyarakat.

Melalui ajang IDEAS 2026, para praktisi bisnis diharapkan mampu merefleksikan kembali strategi mereka agar tidak hanya sekadar menjalankan tanggung jawab, tetapi juga mampu membangun kepercayaan jangka panjang melalui aksi yang terukur dan berdampak luas.