PT Sokonindo Automobile resmi memulai perakitan lokal dengan metode Completely Knocked Down (CKD) untuk SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbarunya, DFSK E5 Plus, di fasilitas produksi mereka yang berlokasi di Cikande, Banten. Langkah strategis ini diambil sebagai persiapan sebelum mobil ramah lingkungan tersebut meluncur secara resmi dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada akhir Juli mendatang.
Meski belum resmi dipasarkan secara luas, respons dari konsumen tanah air diklaim sangat positif dengan angka pemesanan awal yang telah menembus 1.100 unit. Di pasar domestik, DFSK E5 Plus bersiap menantang dominasi rival di kelasnya, seperti Chery Tiggo 8 CSH dan Lepas L8 PHEV, dengan menawarkan kombinasi harga kompetitif dan teknologi canggih.
Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, memastikan bahwa jalur perakitan dalam negeri telah aktif beroperasi, di mana sepuluh unit pertama telah sukses diproduksi secara lokal. Terkait waktu pengiriman unit ke konsumen, ia menjelaskan bahwa proses tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan administrasi di tingkat diler, baik untuk transaksi tunai maupun pengurusan survei bagi konsumen yang memilih skema kredit.
Sebagai nilai jual utama, SUV berkapasitas tujuh penumpang ini menggendong baterai berkapasitas besar hingga 25,3 kWh yang mampu melaju sejauh 140 kilometer hanya dengan mengandalkan tenaga listrik murni. Saat tangki bahan bakar dan baterai terisi penuh, daya jelajah komprehensif kendaraan ini diklaim mampu menyentuh angka 1.400 kilometer, memberikan solusi mobilitas jarak jauh bebas khawatir bagi penggunanya.