Kementerian Sains dan Teknologi Vietnam menyelenggarakan konferensi nasional di Hanoi untuk membahas kerangka kelembagaan sains, teknologi, inovasi, dan transformasi digital. Dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Ho Quoc Dung, forum ini berfokus pada upaya mengatasi hambatan regulasi demi mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Menteri Sains dan Teknologi Vu Hai Quan memaparkan capaian besar kementeriannya yang telah menyusun puluhan undang-undang dan regulasi turunan pasca-Resolusi Nomor 57-NQ/TW. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi merumuskan kebijakan baru, melainkan memastikan aturan-aturan tersebut dapat diterapkan secara seragam dan efektif di lapangan.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Wakil Perdana Menteri Ho Quoc Dung menegaskan pentingnya mengukur efektivitas setiap kebijakan melalui hasil yang nyata. Ia menekankan bahwa keberhasilan regulasi harus tecermin dari jumlah teknologi yang berhasil dikuasai, produk riset yang dikomersialkan, serta kontribusi konkret sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong kolaborasi erat dari empat pilar utama ekosistem inovasi. Pemerintah dituntut mereformasi manajemen publik dan mempercepat desentralisasi. Sementara itu, komunitas ilmiah dan akademisi diharapkan fokus pada penelitian terapan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, sedangkan pelaku usaha didorong untuk aktif berinvestasi dalam riset dan pengembangan teknologi.

Selain itu, akselerasi penyerapan anggaran untuk sektor sains dan teknologi menjadi prioritas krusial. Wakil Perdana Menteri menginstruksikan para menteri dan kepala daerah untuk mengawasi langsung alokasi serta realisasi dana tersebut agar tidak kehilangan momentum pembangunan. Dengan demikian, regulasi kelembagaan diharapkan tidak lagi menjadi penghambat, melainkan bertransformasi menjadi motor penggerak daya saing nasional.