Turnamen sepak bola pramusim bergengsi, Piala Presiden 2026, resmi bergulir setelah dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi magnet hiburan bagi pencinta kulit bundar tanah air, melainkan juga menjadi stimulus nyata bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan.
Dalam pembukaan tersebut, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya efek pengganda (multiplier effect) dari sektor olahraga terhadap perekonomian lokal. Menurutnya, antusiasme tinggi masyarakat terhadap sepak bola menjadi peluang besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area pertandingan untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Selain aspek ekonomi, kompetisi ini juga diproyeksikan sebagai wadah strategis untuk menjaring talenta muda berbakat. Tito optimistis bahwa pembinaan atlet melalui turnamen berkualitas secara konsisten akan memperkuat fondasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia, bahkan membuka jalan menuju panggung Piala Dunia di masa depan.
Prosesi sepak mula (kick-off) seremonial dilakukan oleh Mendagri bersama sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.
Senada dengan Mendagri, Maruarar Sirait selaku Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 mengapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan tahun ini, termasuk kenaikan total hadiah juara menjadi Rp6 miliar. Penataan kawasan niaga bagi pelaku UMKM di sekitar stadion kini juga dinilai jauh lebih tertata rapi dan representatif guna menyambut para penonton yang hadir.