Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat merespons dampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Puskesmas Rajeg, sebuah tenda pelayanan kesehatan darurat resmi didirikan di Desa Tanjakan Mekar pada Jumat (3/7).
Posko ini berfungsi sebagai pusat rujukan utama bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan penanganan medis segera. Perwakilan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Syamsul Ahmad, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini bertujuan memastikan akses kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi darurat pascakebakaran. Selain layanan medis dasar, pihak Kemenkes juga menyiagakan sejumlah armada ambulans yang siap mengevakuasi pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi jika diperlukan.
Hingga saat ini, insiden kebakaran yang melanda 15 hektare lahan di TPA Jatiwaringin telah memicu dampak kesehatan yang signifikan, terutama lonjakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data pemerintah mencatat sedikitnya 210 kasus ISPA telah terdata sejak awal musibah pada 30 Juni lalu. Tak hanya itu, sebanyak 232 jiwa terpaksa mengungsi, termasuk 50 warga yang harus menempati penampungan sementara di Kantor Desa Tanjakan Mekar.
Terkait kondisi di lapangan, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kabupaten Tangerang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola sampah ke depannya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyatakan bahwa titik api saat ini sudah dapat dikendalikan. Sebanyak 7 unit armada pemadam dengan 50 personel diterjunkan di lokasi, dibantu dengan dua helikopter *water bombing* untuk memadamkan bara di titik yang sulit dijangkau oleh petugas darat.