PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akhirnya mengambil langkah tegas dengan melepas unit bisnis sepak bola mereka, RANS FC. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan guna memperkuat fundamental keuangan menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Direktur Emtek Group sekaligus CEO Emtek Media, Sutanto Hartono, menjelaskan bahwa divestasi tersebut dilakukan setelah melalui evaluasi mendalam. Menurutnya, bisnis sepak bola dinilai kurang memiliki prospek keuntungan yang menjanjikan, sehingga perusahaan memilih untuk menutup unit bisnis yang dinilai tidak efisien.

Sutanto menuturkan bahwa keterlibatan RANS dalam dunia sepak bola sebelumnya lebih didorong oleh minat pribadi pendiri perusahaan. Namun, demi menjaga kesehatan operasional dan keberlanjutan bisnis jangka panjang, manajemen memutuskan untuk tidak lagi mempertahankan klub tersebut sebagai bagian dari portofolio RANS.

Meski diakui sempat memengaruhi pendapatan pada tahun 2024, langkah ini justru memberikan dampak positif pada kualitas laba perseroan. Efek dari penutupan tersebut menciptakan pembalikan arus kas yang membantu memperbaiki neraca keuangan perusahaan. Jika beban operasional dari unit sepak bola dihilangkan, kinerja profitabilitas operasional RANS pada tahun 2025 tercatat jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Seiring dengan dilepasnya unit bisnis tersebut, RANS melaporkan peningkatan margin laba kotor yang cukup signifikan, yakni dari 38 persen menjadi 43 persen. Manajemen menegaskan bahwa perampingan unit bisnis ini merupakan langkah esensial untuk menjaga performa keuangan agar tetap sehat dan menarik bagi para calon investor di pasar modal.