YOGYAKARTA - Guna menjawab tantangan kompleksitas tata kelola penerimaan mahasiswa baru, Dr. Kholid Haryono, S.T., M.Kom., meluncurkan inovasi berupa artefak Inteligen Bisnis (IB). Sistem penunjang keputusan ini dirancang khusus untuk mempermudah manajemen perguruan tinggi dalam mengambil kebijakan admisi secara cepat, akurat, dan berbasis data ilmiah.
Riset aplikatif tersebut dipresentasikan dalam sidang disertasi doktornya di Program Studi Rekayasa Industri Program Doktor, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII). Melalui pendekatan Action Design Research (ADR), Kholid tidak hanya menciptakan sistem di laboratorium, melainkan sebuah platform operasional yang diuji coba secara langsung pada institusi pendidikan tinggi.
Dalam proses pengembangannya, penelitian ini mengintegrasikan Teori Rasionalitas Terbatas dan Teori Salience Pemangku Kepentingan. Kombinasi teori ini berhasil memetakan 21 jenis keputusan admisi serta empat model pengambilan keputusan yang kerap dihadapi oleh para pengambil kebijakan di kampus, meliputi model heuristik, kolaboratif, analitis, hingga intuitif.
Sistem ini melewati empat fase iterasi pengembangan, yakni Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Hasil evaluasi akhir menggunakan System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor kepuasan pengguna mencapai 84,4 dari skala 100. Angka tersebut mengategorikan sistem ini dalam predikat sangat baik dan sangat siap untuk diimplementasikan.
Lebih dari sekadar aplikasi praktis, penelitian ini merumuskan 12 prinsip desain (Design Principles) untuk pengembangan sistem informasi sejenis di masa depan. Formula ini mencakup aspek penjaminan validitas data, penataan informasi berbasis keputusan, transparansi tata kelola kebijakan, hingga mekanisme evaluasi berkelanjutan.
Meskipun memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma pengambilan keputusan dari cara intuitif konvensional menjadi berbasis data tepercaya, Kholid menekankan pentingnya riset lanjutan. Ia menyarankan adanya uji coba lintas institusi guna memvalidasi efektivitas prinsip desain ini secara lebih luas serta pengembangan fitur prediksi di masa mendatang.