Bank Sampoerna resmi menyapa warga Medan melalui perhelatan Sampoerna Fest yang digelar di Lapangan Lotte Grosir. Festival yang mengusung konsep edutainment ini menjadi ajang strategis bagi perbankan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sembari memberikan edukasi mengenai ekosistem layanan keuangan digital.
Finance & Business Planning Director Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi utama dalam pengambilan keputusan finansial yang bijak. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai layanan digital, seperti Sampoerna Mobile Banking, dapat membantu masyarakat dalam mengelola keuangan harian hingga perencanaan masa depan seperti investasi dan tabungan.
Dalam kesempatan yang sama, Lending & Fintech Product & Partnership Division Head Bank Sampoerna, Oktavia Laksmi Wardani, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis seperti fintech peer-to-peer lending dan koperasi. Langkah ini bertujuan untuk memperluas inklusi keuangan, terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi fokus utama dalam penyaluran pembiayaan Bank Sampoerna.
Sebagai bagian dari upaya edukasi yang inklusif, Bank Sampoerna menggandeng BEM Universitas Sumatera Utara sebagai agen literasi keuangan. Kerja sama ini diharapkan mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui program edukasi yang berkelanjutan. Hingga Maret 2026, strategi ini terbukti efektif dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp15 triliun.
Selain edukasi, pengunjung juga disuguhkan hiburan berkualitas dari musisi kenamaan nasional, seperti Mahalini, Sal Priadi, Pamungkas, dan Last Child. Rangkaian acara yang didukung oleh berbagai mitra strategis seperti Bank Indonesia dan Jaringan Prima ini juga menghadirkan bazar kuliner serta berbagai permainan interaktif yang semakin menyemarakkan suasana festival di Kota Medan.