PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office (RO) 09 Bandung melaporkan capaian kinerja keuangan yang impresif pada sektor bisnis konsumer sepanjang paruh pertama tahun 2026. Hingga triwulan kedua, total portofolio bisnis konsumer perseroan tercatat mencapai Rp19,3 triliun, mencerminkan daya tahan sektor properti di Jawa Barat di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi suku bunga.
Dari angka tersebut, pembiayaan Commercial Mortgage memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp3,8 triliun atau setara dengan 20 persen dari total portofolio. Sementara itu, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencatatkan angka Rp555 miliar. Hasil ini menunjukkan bahwa permintaan hunian tetap tinggi meskipun terdapat penyesuaian kebijakan moneter, termasuk kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen pada Juni lalu.
Regional Consumer Banking Head BRI RO Bandung, Rindra Setyawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi penyaluran kredit yang pruden serta inovasi produk yang menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu instrumen andalan yang diluncurkan adalah KPR Suku Bunga Berjenjang. Program ini memberikan fleksibilitas dengan bunga tetap sebesar 4 persen pada tiga tahun pertama, baik untuk tenor 15 maupun 20 tahun, guna memastikan stabilitas arus kas nasabah.
Selain menyasar segmen komersial, BRI RO Bandung juga tetap berkomitmen mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui KPR FLPP. Produk ini menawarkan suku bunga tetap kompetitif sebesar 5 persen hingga tenor 20 tahun, yang dinilai menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki rumah dengan cicilan yang pasti dan terjangkau.
Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, BRI mempererat kolaborasi strategis dengan berbagai pengembang properti terkemuka di wilayah Bandung Raya. Fokus utama diarahkan pada kawasan hunian yang memiliki nilai prospektif tinggi, seperti Kota Baru Parahyangan, Podomoro Park, dan Summarecon Bandung. Melalui pendekatan selektif dan inovatif ini, pihak perbankan optimistis dapat terus memperluas akses kepemilikan hunian bagi warga Jawa Barat sekaligus menjaga kualitas aset tetap optimal.