Sektor pengolahan dan manufaktur menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup solid sepanjang kuartal kedua tahun 2026. Berdasarkan survei terbaru dari Kantor Statistik Umum, mayoritas perusahaan melaporkan kondisi bisnis yang stabil dan cenderung membaik dibandingkan periode sebelumnya, dengan optimisme yang terus berlanjut hingga kuartal ketiga tahun 2026.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 79,7% perusahaan berhasil mempertahankan atau meningkatkan performa bisnisnya pada kuartal kedua. Tren ini diproyeksikan akan menguat di kuartal berikutnya, di mana 83,4% pelaku usaha optimis bahwa kondisi pasar akan tetap kondusif. Industri elektronik menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan pesanan ekspor dan volume produksi yang signifikan.
Meski demikian, di balik rapor positif tersebut, beberapa sub-sektor seperti industri furnitur dan pengolahan kayu masih bergulat dengan penurunan permintaan pasar. Secara makro, para pelaku usaha juga menghadapi tantangan klasik berupa persaingan ketat di pasar domestik, lemahnya daya beli konsumen, serta tekanan suku bunga pinjaman yang kian membebani biaya operasional.
Menanggapi berbagai hambatan tersebut, komunitas bisnis kini tengah mengajukan aspirasi kepada pemerintah. Prioritas utama yang diminta oleh hampir separuh perusahaan adalah stabilitas harga bahan baku dan energi guna menekan ongkos produksi. Selain itu, relaksasi suku bunga kredit serta simplifikasi proses administrasi birokrasi menjadi poin krusial yang diharapkan dapat mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di sisa tahun 2026.