Bursa saham Wall Street mencatatkan performa impresif pada penutupan perdagangan 9 Juli, di mana indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan sebesar 1,3% ke level 26.206,89 poin. Indeks S&P 500 turut mengekor dengan kenaikan 0,8% menjadi 7.543,64 poin, sementara Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,27% ke angka 52.487,41 poin.
Lonjakan ini didorong kuat oleh optimisme di sektor semikonduktor. Saham Micron Technology melonjak 4,5% setelah pengumuman investasi jumbo senilai lebih dari $250 miliar hingga 2035 untuk memperluas kapasitas produksi chip memori berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, rencana Meta Platforms untuk memproduksi chip AI secara mandiri mulai September mendatang turut memberikan sentimen positif bagi pasar teknologi.
Meski tren kenaikan terlihat solid, para analis pasar mengingatkan adanya risiko yang membayangi, terutama terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Selain faktor eksternal tersebut, stabilitas harga minyak dan arah kebijakan moneter Federal Reserve menjadi variabel krusial yang terus dipantau oleh pelaku pasar.
Di sisi lain, investor mulai mengalihkan fokus pada musim laporan keuangan kuartal kedua yang akan segera tiba. Data LSEG memproyeksikan adanya pertumbuhan laba rata-rata perusahaan dalam indeks S&P 500 sebesar 24% secara tahunan, dengan kontribusi terbesar dari sektor teknologi. Sementara itu, data pasar tenaga kerja AS yang tetap stabil memberikan ruang bagi The Fed untuk terus mengevaluasi penyesuaian suku bunga ke depannya.
Berbeda dengan dinamika di AS, pasar modal Vietnam mencatat hasil beragam pada penutupan perdagangan 9 Juli. Indeks VN-Index mengalami koreksi sebesar 0,7% ke level 1.840,7 poin, sedangkan HNX-Index justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan 2,09% ke posisi 306,67 poin. Di tingkat diplomatik, Pemerintah Vietnam menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kemitraan strategis dengan AS di berbagai sektor, termasuk inovasi dan transformasi digital.