Sektor manufaktur tekstil dan garmen menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat setelah sempat tertekan oleh gangguan logistik dan konflik internasional. Saat ini, pelaku usaha melaporkan lonjakan pesanan yang signifikan, bahkan hingga mampu memenuhi kapasitas produksi sampai akhir September mendatang. Kondisi ini menjadi anomali positif mengingat periode saat ini biasanya merupakan musim sepi bagi aktivitas ekspor.

Tren positif ini didorong oleh penurunan drastis biaya transportasi internasional serta melandainya harga bahan baku penunjang seperti kemasan yang sempat melonjak. Pengurangan beban biaya produksi antara 15 hingga 25 persen memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Dampak langsung dari pemulihan ini adalah meningkatnya intensitas kerja pabrik serta perbaikan pendapatan bagi para pekerja.

Senada dengan industri garmen, sektor alas kaki juga mencatatkan performa stabil berkat strategi diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan ketergantungan pada bahan baku lokal. Banyak pabrik kini justru tengah melakukan rekrutmen tenaga kerja tambahan guna mengimbangi volume pesanan yang melebihi capaian musim puncak pada periode sebelumnya.

Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI), Hoang Quang Phong, menekankan bahwa meski momentum ini sangat menggembirakan, pelaku industri tetap diimbau untuk bersikap waspada. Dinamika kebijakan tarif dari negara mitra dagang masih menjadi faktor risiko yang perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, efisiensi operasional dan peningkatan kualitas produk menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.