Kabupaten Bekasi bersiap mencatatkan sejarah dalam kancah seni budaya nasional. Tari Ujungan, seni tari khas yang diadaptasi dari tradisi ketangkasan lokal, dijadwalkan tampil memukau pada perhelatan Festival Lima Gunung XXV yang akan berlangsung di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Penata tari, Eyang Anjar Purwani, mengungkapkan bahwa pementasan berdurasi hampir lima menit ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan identitas budaya Bekasi ke khalayak yang lebih luas. Meski keberangkatan rombongan penari ke Magelang dilakukan secara swadaya tanpa sokongan sponsor, semangat para pelaku seni untuk mempromosikan warisan daerah tetap tidak tergoyahkan.

Tari Ujungan sendiri merupakan hasil transformasi dari olahraga tradisional masyarakat Bekasi. Gerakan utamanya dirancang agar tetap mempertahankan filosofi dasar seperti siaga, sabet, menghindar, dan bertahan dengan menggunakan properti khas ujungan. Tarian ini pertama kali diangkat ke publik pada peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Bekasi dengan melibatkan ribuan pelajar setempat.

Keberhasilan pengembangan Tari Ujungan tidak lepas dari kolaborasi lintas pihak, mulai dari Padepokan Pencak Silat Ki Sayan, Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bekasi, hingga Sanggar Seni Betawi Margasari Kacrit. Sinergi ini diharapkan menjadi momentum bagi seni tari tradisional Bekasi untuk semakin dikenal dan dilestarikan oleh generasi masa kini di tingkat nasional.