Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Kantor Hilirisasi dan Inkubasi Bisnis (KHIB) dan Direktorat Inovasi dan Kerja Sama, menggelar forum strategis bertajuk "Strategi Transformatif Kewirausahaan Menuju UMKM Naik Kelas" di DIPO HUB, Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mengintegrasikan peran perguruan tinggi dengan kebijakan nasional dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

Direktur Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, Dr. Dian Harjanti, menegaskan bahwa kampus memiliki potensi besar berupa inovasi dari para peneliti dan mahasiswa. Melalui forum ini, UNDIP berkomitmen memastikan hasil riset tidak hanya berakhir sebagai karya akademik, tetapi bertransformasi menjadi startup dan produk bernilai ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, memaparkan prioritas pemerintah menuju tahun 2026, yang mencakup standardisasi penyelenggaraan inkubasi, penguatan sistem informasi melalui platform SAPA UMKM, hingga pemeringkatan lembaga inkubator. Hingga kini, sebanyak 754 inkubator telah terdaftar di seluruh Indonesia sebagai penggerak ekonomi yang menyediakan pendampingan dari tahap seleksi hingga akses pasar.

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Desy Arijani, turut menyoroti pentingnya kolaborasi pentahelix. Menurutnya, pemberdayaan UMKM harus dilakukan secara holistik, meliputi aspek legalitas, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran yang adaptif di tengah dinamika pasar modern.

Forum yang dihadiri oleh 40 perwakilan inkubator bisnis dari seluruh Jawa Tengah ini diharapkan mampu mempererat sinergi antarinstitusi. Dengan dukungan kebijakan dari Kementerian UMKM dan ekosistem riset yang matang dari UNDIP, diharapkan lahir lebih banyak wirausaha tangguh yang mampu bersaing di level nasional maupun global.