Komite Sains, Teknologi, dan Lingkungan secara resmi telah menandatangani nota kesepahaman program kerja sama dengan Universitas Sains dan Teknologi Hanoi. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengintegrasikan keahlian akademis ke dalam proses penyusunan kebijakan, hukum, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) nasional.

Kemitraan ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari penyediaan dasar ilmiah bagi pengambilan keputusan nasional, pengembangan ekosistem inovasi, hingga transformasi digital. Selain itu, kedua institusi berkomitmen untuk membina sumber daya manusia berkualitas dan membangun jaringan para pakar yang dapat memberikan masukan strategis terkait tantangan masa depan.

Direktur Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, Profesor Le Anh Tuan, menyatakan bahwa lembaganya kini bertransformasi menjadi "universitas inovatif" yang memegang peran sentral dalam rantai nilai penelitian dan penciptaan teknologi strategis. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah tepat untuk menjembatani antara kebutuhan legislatif dengan penerapan riset yang praktis di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Sains, Teknologi, dan Lingkungan, Nguyen Thanh Hai, menegaskan pentingnya menempatkan inovasi sebagai kekuatan pendorong utama pembangunan. Ia menyoroti bahwa kebijakan hukum harus mampu menjadi garda depan dalam menghapus hambatan administratif, sehingga potensi kreatif para ilmuwan dapat terwadahi sepenuhnya.

Lebih lanjut, Nguyen Thanh Hai menekankan bahwa perumusan regulasi tidak boleh dilakukan secara teoretis semata, melainkan harus berbasis pada realitas lapangan dan masukan dari institusi pendidikan tinggi. Kedua pihak sepakat untuk terus bertukar informasi secara berkala guna mendukung fungsi pengawasan dan verifikasi kebijakan pemerintah yang lebih efektif di masa mendatang.