Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan langkah strategis dalam mengoptimalkan sektor kesehatan masyarakat. Fokus utama saat ini mencakup peningkatan kualitas layanan ibu dan anak dalam rangka menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045, serta kesiapsiagaan dalam merespons kondisi darurat kesehatan di wilayah setempat.
Dalam peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan peran krusial bidan sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu serta bayi. Mengingat angka kelahiran di Pontianak yang mencapai 11.667 jiwa pada tahun 2025, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi menjadi mutlak diperlukan, terutama dalam memantau masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting dan menekan angka kematian ibu serta bayi.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kota melalui Puskesmas Kom Yos Sudarso meluncurkan inovasi "Mobile CKG" (Mobile Cek Kesehatan Gratis). Layanan proaktif ini hadir di berbagai ruang publik seperti minimarket dan pusat keramaian untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan deteksi dini penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, tanpa harus mengantre di fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, respons cepat pemerintah juga terlihat dalam penanganan insiden keracunan makanan yang menimpa 56 warga di Pontianak Utara. Pemerintah Kota Pontianak memastikan bahwa seluruh biaya perawatan medis bagi para korban yang dirawat di RSUD Pontianak Utara digratiskan. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono telah menginstruksikan tim medis untuk memberikan penanganan optimal serta melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan sebagai upaya penyelidikan lebih lanjut.
Langkah-langkah yang diambil ini menegaskan komitmen Pemkot Pontianak dalam menghadirkan sistem kesehatan yang inklusif, responsif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pencegahan melalui edukasi hingga penanganan kuratif yang solutif.