Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI) Cabang Dataran Tinggi Tengah-Barat bekerja sama dengan Bank Kepercayaan Komersial Vietnam (Vietbank) menggelar lokakarya strategis di Da Nang pada 3 Juli 2026. Pertemuan ini difokuskan pada upaya krusial untuk memperbaiki manajemen arus kas dan memperlancar akses permodalan bagi dunia usaha di tengah dinamika ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Meskipun data menunjukkan lebih dari 62% bisnis anggota VCCI mampu menjaga stabilitas pendapatan di awal tahun 2026, tantangan biaya input, logistik, dan tenaga kerja tetap menjadi beban berat. Terlebih bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini masih sangat bergantung pada jaminan aset properti, yang nilainya kerap fluktuatif di pasar saat ini.
Dalam lokakarya tersebut, muncul desakan agar sektor perbankan melakukan transformasi pola pikir. Alih-alih terpaku pada aset fisik sebagai jaminan utama, perbankan diharapkan mulai memprioritaskan penilaian berdasarkan efektivitas arus kas, reputasi keuangan, dan rencana bisnis yang kredibel. Langkah ini dipandang sebagai solusi konkret untuk membuka kebuntuan akses modal yang selama ini menghambat ekspansi pelaku usaha.
Menanggapi hal tersebut, Vietbank mulai mengimplementasikan kebijakan kredit yang lebih fleksibel dengan menyertakan piutang, perputaran persediaan, dan aset operasional sebagai komponen jaminan. Wakil Direktur Jenderal Vietbank, Pham Linh, menegaskan bahwa bank kini memosisikan diri bukan sekadar pemberi pinjaman, melainkan mitra strategis yang memberikan pendampingan manajemen keuangan bagi pelaku usaha.
Para ahli, termasuk Dr. Truong Van Phuoc, menekankan bahwa tanggung jawab pemulihan ekonomi tidak berada di satu sisi. Dunia usaha diimbau untuk meningkatkan transparansi data keuangan dan disiplin manajemen arus kas. Dengan membangun 'identitas digital' yang bersih dan transparan, bisnis dapat meningkatkan posisi tawar mereka di mata lembaga keuangan, sekaligus memperkuat ketahanan operasional dalam menghadapi kompetisi pasar yang semakin ketat.