Pendidikan menengah yang inklusif kini semakin dekat bagi masyarakat di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Klaten. Kehadiran SMA Negeri 1 Kemalang, yang memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana, menjadi tonggak sejarah baru dalam memperluas akses belajar di kawasan terluar tersebut.

Sekolah yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Mei 2026 lalu ini langsung menarik antusiasme tinggi dari warga sekitar. Pada tahun ajaran perdana, SMAN 1 Kemalang menerima 108 siswa baru. Tidak hanya itu, demi mengantisipasi anak putus sekolah, pihak pengelola juga menampung tambahan 12 siswa dari desa-desa sekitar seperti Tegalmulyo, Balerante, Panggang, dan Sidorejo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Kemalang, Arik Sulistyorini, mengungkapkan bahwa kehadiran sekolah negeri pertama di Kecamatan Kemalang ini sangat dinantikan warga. Dengan menerapkan Kurikulum Merdeka, sekolah berkomitmen menyelenggarakan pembelajaran yang aman dan menyenangkan. Infrastruktur dasar seperti ruang kelas, laboratorium fisika, hingga akses air bersih telah disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Bagi para siswa, keberadaan sekolah baru ini memangkas jarak tempuh yang selama ini menjadi kendala utama. Alviano Rizky Fernando, salah satu siswa baru, menuturkan rasa syukurnya karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya besar untuk bersekolah di luar kecamatan. Hal senada diungkapkan Dhea Noviyanti, yang merasa gembira karena kini bisa mengakses pendidikan berkualitas yang dekat dari rumah.

Kegembiraan serupa dirasakan oleh para orang tua murid. Rosanti, warga Desa Tlogowatu, mengaku lebih tenang karena kini dapat memantau aktivitas sekolah anaknya dengan lebih mudah. Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendirikan sekolah di wilayah lereng Merapi ini dinilai sangat strategis untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan dan meringankan beban ekonomi masyarakat setempat.