Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini kian serius menggarap sektor sport tourism sebagai instrumen strategis untuk mendongkrak arus kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, tercatat sekitar 30 persen wisatawan berkunjung ke wilayah ini karena daya tarik perhelatan olahraga.
Salah satu bukti nyata efektivitas strategi ini adalah kesuksesan event Malang Trail Runners (Mantra) 116 yang baru saja diselenggarakan di Pasuruan pada awal Juli 2026. Ajang lari lintas alam tersebut berhasil menarik partisipasi 4.014 pelari yang berasal dari 22 negara, mencakup wilayah Eropa, Afrika, hingga Asia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Evy Afianasari, optimistis bahwa pematangan konsep eco-sport tourism akan mampu melipatgandakan jumlah pelancong asing dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan kedatangan wisatawan ke daerah penyangga seperti Pasuruan dinilai memberikan dampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui sektor kuliner dan pajak hiburan.
Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat, termasuk dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jatim. Pemanfaatan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo kini diintegrasikan sebagai ruang sport tourism yang tetap mengedepankan aspek konservasi lingkungan serta kampanye pelestarian alam.
Pemerintah daerah kini tengah merancang perluasan rute olahraga agar melintasi jaringan desa wisata di lereng pegunungan. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, sehingga manfaat pariwisata tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan saja, sekaligus memperkuat daya saing investasi Jawa Timur di kancah internasional.