PT Sucor Sekuritas terus memperkuat perannya dalam pasar modal domestik dengan membidik dua perusahaan baru yang berasal dari sektor teknologi dan media. Kedua calon emiten tersebut kini telah masuk dalam daftar pipeline penawaran umum perdana (IPO) perusahaan untuk paruh kedua tahun 2026.

CEO Sucor Sekuritas, Bernardus Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan kajian mendalam terhadap fundamental, valuasi, serta posisi strategis calon emiten tersebut di industri masing-masing. Langkah selektif ini dilakukan guna memastikan kesiapan perusahaan sebelum resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.

Menurut Bernard, pemilihan waktu pelaksanaan IPO akan disesuaikan dengan kondisi pasar, dengan mempertimbangkan opsi eksekusi pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Strategi ini diambil mengingat kondisi suku bunga yang menantang, di mana investor saat ini cenderung lebih meminati sektor barang konsumen yang menawarkan kepastian arus kas lebih stabil dibandingkan sektor teknologi yang memiliki karakteristik pertumbuhan berbeda.

Kepercayaan diri Sucor Sekuritas dalam mengawal proses IPO bukan tanpa alasan. Perusahaan baru saja meraih sukses besar dalam membawa PT Niramas Utama Tbk (JELI) ke bursa, yang mencatatkan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 273,37 kali. Kesuksesan serupa juga diharapkan terjadi pada PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang dijadwalkan melantai pada pekan ini.

Keberhasilan penetrasi sektor kesehatan yang belakangan mendominasi pasar modal membuktikan tingginya animo masyarakat terhadap emiten dengan fundamental yang solid. Meski sektor teknologi memiliki tantangan tersendiri, Sucor Sekuritas memiliki rekam jejak positif setelah sebelumnya berhasil mengawal IPO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) pada akhir 2025 lalu dengan angka permintaan yang sangat signifikan.