Pelaku usaha di Kota Ho Chi Minh masih melaporkan adanya kendala signifikan dalam mengakses pembiayaan perbankan, meski pemerintah telah meluncurkan berbagai program kredit preferensial. Dalam sebuah konferensi dialog antara dunia usaha dan otoritas terkait, perwakilan bisnis menyoroti disparitas antara kebijakan yang tersedia dengan realitas di lapangan, terutama menyangkut persyaratan administratif yang dinilai memberatkan.
Perusahaan rintisan dan sektor ekspor menjadi pihak yang paling terdampak oleh ketatnya kebijakan bank. Sebagai contoh, Hasa Bio Foods, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pangan organik, mengaku kesulitan mendapatkan fasilitas kredit karena terbentur aturan riwayat operasional selama tiga tahun. Meski memiliki proyeksi pendapatan yang menjanjikan, ketiadaan laporan keuangan jangka panjang mengharuskan mereka meminjam dengan suku bunga tinggi.
Di sisi lain, kendala agunan masih menjadi batu sandungan utama bagi pelaku usaha yang telah lama beroperasi namun tidak memiliki aset tetap yang memadai. Bapak Pham Dong Huy dari Global Breadfruit Co., Ltd. menegaskan bahwa banyak perusahaan telah memiliki pasar internasional yang jelas, namun tetap terhambat dalam pengembangan kapasitas produksi karena syarat jaminan fisik yang kaku.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak perbankan yang diwakili oleh HDBank menekankan adanya pergeseran paradigma dalam penilaian kredit. Analisis kini lebih difokuskan pada efektivitas rencana bisnis, arus kas, serta reputasi dalam rantai pasokan. Bank mulai melirik potensi pembiayaan berbasis kontrak kerja sama, di mana reputasi mitra besar dalam rantai pasok dapat menjadi pertimbangan pengganti agunan fisik.
Pemerintah melalui Bank Negara Vietnam (Cabang Wilayah 2) berkomitmen untuk memangkas hambatan dengan memperkuat koordinasi serta menyediakan titik konsultasi langsung bagi para pengusaha. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran berbagai paket kredit stimulus, termasuk insentif untuk sektor ekonomi hijau, perumahan sosial, dan transformasi digital, guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan inklusif bagi seluruh skala bisnis di wilayah tersebut.