Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) resmi menginisiasi Program Desa Binaan di Desa Rabuhit, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Langkah strategis ini dirancang untuk mengatasi persoalan tingginya biaya produksi pertanian dan peternakan di wilayah tersebut melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Ketua Tim Pengusul USU, Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE., M.Si., menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai respons atas ketergantungan petani setempat pada pupuk kimia dan pakan komersial yang mahal. Selain itu, penumpukan kotoran hewan serta sisa panen yang belum terkelola secara optimal memicu penurunan kualitas lingkungan pemukiman.
Guna memberikan solusi konkret, masyarakat dan kelompok tani-ternak setempat yang didukung oleh Kepala Desa (Pengulu) Rabuhit, Rohiman, akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan keterampilan secara berkala. Implementasi teknologi di lapangan mencakup pemanfaatan mesin pelletizer untuk memproduksi pakan mandiri bagi ikan lele dan ayam, serta mesin granulator untuk mengolah kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk organik bernilai jual.
Program yang didukung oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USU ini melibatkan pakar multidisiplin lintas fakultas. Selain Dr. Amlys, tim diperkuat oleh Prof. Dr. Tulus dari FMIPA, Ir. Peni Patriani dan Ir. Tati Vidiana Sari dari Fakultas Pertanian, Helova Leonard Panjaitan, serta Hendrik Voice Sihombing dari Fakultas Teknik. Proyek pemberdayaan ini direncanakan berjalan secara berkelanjutan hingga November 2026.
Dengan mengusung konsep siklus nir-sampah (zero waste), program ini diharapkan dapat menekan biaya operasional harian petani sekaligus menciptakan peluang usaha mandiri yang baru. Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menjamin kesehatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara inklusif.