PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan UNIVITY, perusahaan penyedia infrastruktur konektivitas ruang angkasa. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya bersama dalam mengeksplorasi potensi teknologi satelit masa depan guna memenuhi kebutuhan telekomunikasi yang kian krusial di tanah air.
Kolaborasi ini difokuskan pada pengkajian pemanfaatan arsitektur satelit Very Low Earth Orbit (VLEO) serta pengembangan layanan Direct-to-Device. Kedua belah pihak berencana mengintegrasikan kapabilitas jaringan antariksa milik UNIVITY dengan infrastruktur stasiun bumi domestik yang dikelola oleh Telkomsat, demi memastikan kedaulatan data dan jaringan nasional tetap terjaga.
Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah progresif untuk memperluas jangkauan layanan digital, terutama bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Inovasi ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang lebih adaptif dan tangguh melalui sistem hybrid multi-orbit.
Di sisi lain, Founder dan CEO UNIVITY, Charles Delfieux, melihat Indonesia sebagai pasar konektivitas yang dinamis dengan potensi besar bagi konvergensi jaringan terestrial dan antariksa. Melalui teknologi VLEO yang terintegrasi dengan spektrum 5G, kolaborasi ini diproyeksikan mampu menyajikan layanan internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah sebagai pendukung infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada.
Integrasi teknologi tersebut nantinya tidak hanya menyasar kebutuhan komersial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat aplikasi keamanan nasional dan sektor publik. Inisiatif ini menjadi bukti keseriusan Telkomsat dalam mentransformasi ekosistem satelit Indonesia agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi global di masa depan.