Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) bersama PT RAD Indonesia meluncurkan inisiatif strategis melalui webinar bertajuk "Investasi Kompetensi bagi Konsultan Pajak Profesional" pada Jumat (3/7/2026). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap cepatnya perubahan lanskap perpajakan nasional dan global, yang kini dipengaruhi oleh digitalisasi serta kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sekretaris Umum IKPI, Assoc. Prof. Dr. Edy Gunawan, menekankan bahwa di era modern, dunia usaha membutuhkan sosok konsultan pajak yang lebih dari sekadar penguasa regulasi. Konsultan diharapkan mampu bertransformasi menjadi Strategic Business Advisor yang mampu memahami laporan keuangan, manajemen risiko, hingga tata kelola perusahaan agar dapat memberikan solusi strategis bagi klien.
"Peningkatan kompetensi harus dipandang sebagai aset intelektual yang nilainya terus bertumbuh. Kami mendorong anggota untuk mengadopsi sertifikasi internasional, seperti Certified Management Accountant (CMA), agar memiliki perspektif yang komprehensif dalam pengambilan keputusan bisnis," ujar Edy.
Edy menambahkan bahwa sertifikasi internasional bukan sekadar tambahan gelar, melainkan instrumen untuk memperkuat posisi konsultan pajak sebagai mitra strategis perusahaan. Dengan wawasan lintas disiplin seperti ESG (Environmental, Social, and Governance) dan analisis data, seorang konsultan dapat memberikan rekomendasi yang bernilai tambah sekaligus memastikan kepatuhan pajak tetap terjaga secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integritas dalam profesi yang berbasis kepercayaan ini. Menurut Edy, kompetensi teknis harus dibarengi dengan etika profesi guna menghadirkan kepastian hukum, keadilan, serta kemanfaatan bagi wajib pajak dan negara. Hal ini diharapkan mampu membangun budaya voluntary tax compliance atau kepatuhan sukarela di masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan RAD Indonesia, IKPI menegaskan komitmennya untuk mencetak konsultan pajak yang adaptif, berintegritas tinggi, dan mampu bersaing di panggung internasional. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama organisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang transparan dan kredibel.