Shikoku Electric Power Co., Inc. baru-baru ini merampungkan proyek modernisasi sistem inti berskala besar yang menjadi fondasi operasional perusahaan. Menghadapi berakhirnya dukungan pemeliharaan untuk sistem SAP ECC 6.0, perusahaan melakukan migrasi strategis ke platform S/4HANA untuk memastikan keberlangsungan bisnis yang lebih stabil dan efisien di masa depan.
Proses transisi ini menghadapi tantangan teknis yang kompleks, terutama terkait penentuan kapasitas server yang akurat dan manajemen data besar. Untuk memitigasi risiko tersebut, tim IT perusahaan menerapkan pendekatan penyesuaian sumber daya secara bertahap. Melalui penggunaan server IBM Power9 dan Power10 serta dukungan teknologi virtualisasi, perusahaan mampu menguji kebutuhan kapasitas secara presisi sebelum beralih ke lingkungan produksi.
Salah satu pencapaian kunci dalam proyek ini adalah penggunaan fitur salinan data berkecepatan tinggi dari IBM Storage, yang berhasil memangkas waktu henti (downtime) migrasi dari lima hari menjadi hanya satu hari. Efisiensi ini memungkinkan operasional perusahaan tetap berjalan tanpa gangguan berarti selama masa transisi krusial di libur Golden Week 2025.
Selain peningkatan stabilitas, strategi ini memberikan keuntungan finansial yang signifikan dengan penghematan biaya perangkat lunak server hingga 54 juta yen. Penggunaan Shared Processor Pool memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih fleksibel, memberikan fleksibilitas tinggi bagi Shikoku Electric Power dalam mengelola beban kerja sistem yang beragam, sekaligus mempersiapkan infrastruktur perusahaan untuk adaptasi cloud di masa mendatang.
Keberhasilan ini tidak hanya mengamankan sistem manajemen material dan akuntansi grup perusahaan, tetapi juga menjadi cetak biru (blueprint) bagi rencana migrasi EAM yang dijadwalkan pada tahun fiskal 2026. Dengan mengedepankan ketersediaan tinggi dan skalabilitas, Shikoku Electric Power terus memperkuat posisinya dalam memberikan layanan energi yang andal bagi masyarakat di wilayah Shikoku.