Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur secara resmi menyatakan komitmennya untuk mengadopsi sistem pembinaan atlet yang lebih modern dan berbasis ilmiah. Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menyebutkan bahwa pendekatan sport intelligence merupakan fondasi krusial yang tidak bisa lagi ditawar dalam upaya meningkatkan daya saing atlet di kancah kompetisi.

Menurut Nabil, era di mana keberhasilan hanya bertumpu pada latihan fisik semata telah berakhir. Kini, setiap program pembinaan harus berpijak pada analisis data yang akurat. Hal ini mencakup pemetaan potensi diri atlet secara presisi serta identifikasi kelemahan lawan di lapangan. Keputusan taktis yang diambil pun kini wajib didasarkan pada fakta terukur, bukan lagi sekadar asumsi atau intuisi pelatih.

Nabil menjelaskan bahwa ruang lingkup sport intelligence sangat luas, mencakup metodologi pembinaan, manajemen database, hingga perumusan kebijakan jangka panjang. Seluruh instrumen data tersebut diharapkan mampu menciptakan efisiensi dalam persiapan atlet sehingga target medali dapat diraih secara lebih sistematis dan terencana.

Meski mengedepankan aspek saintifik, Nabil tetap menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika olahraga. Ia menegaskan bahwa penerapan teknologi dan analisis data harus tetap selaras dengan nilai-nilai sportivitas. Kemenangan yang membanggakan, menurutnya, adalah hasil dari proses pembinaan jujur yang didukung oleh keunggulan strategi berbasis data.

Sebagai langkah lanjut, KONI Jatim mendorong seluruh pengurus cabang olahraga serta KONI di tingkat kabupaten dan kota untuk segera mengadopsi sistem ini. Transformasi ini diyakini menjadi kunci utama agar Indonesia mampu melahirkan atlet-atlet kompetitif yang siap mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan tingkat regional maupun internasional.