Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya resmi memperkenalkan teknologi pirolisis sebagai solusi pengelolaan sampah di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur. Inisiatif yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini bertujuan mengubah limbah plastik yang menumpuk menjadi produk energi alternatif yang bermanfaat.

Ketua Tim Pengabdian ITS, Lucky Putri Rahayu, mengungkapkan bahwa teknologi ini dipilih karena kemampuannya menjembatani isu lingkungan dengan potensi nilai ekonomi. Melalui proses pirolisis, sampah plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) dan polypropylene (PP) diproses pada suhu 350 hingga 400 derajat Celsius untuk menghasilkan minyak pirolisis yang dapat berfungsi sebagai bahan bakar.

Program ini menyasar para pengurus bank sampah, kader kesehatan, hingga Karang Taruna di Desa Pesanggrahan. Lokasi ini dipilih karena telah memiliki infrastruktur TPS3R yang memadai, namun masih membutuhkan inovasi teknologi untuk mengurangi beban residu yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dalam uji coba operasional, sistem ini berhasil mengonversi tujuh kilogram limbah plastik menjadi minyak siap pakai. Guna menjamin keberlanjutan, tim ITS tidak hanya memasang perangkat keras berupa sistem kontrol otomatis, tetapi juga memberikan pelatihan intensif serta menyusun standar operasional prosedur bagi masyarakat setempat.

Sekretaris Desa Pesanggrahan, Budi Cahyono, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Ia berharap penerapan teknologi pirolisis dapat memicu kemandirian desa dalam mengelola lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Ke depannya, ITS berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan guna memastikan sistem ini dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat.