Kementerian Kesehatan Vietnam secara resmi tengah merampungkan penyusunan draf Standar Teknis Nasional QCVN 8-1:2026/BYT yang mengatur batasan kontaminasi mikotoksin dalam produk makanan. Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan, Do Xuan Tuyen, dalam rapat koordinasi lintas sektor yang bertujuan memperkuat pengawasan keamanan pangan di tingkat nasional maupun internasional.
Pembaruan standar ini menjadi langkah krusial mengingat regulasi sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2011 dinilai tidak lagi relevan dengan dinamika rantai pasok global dan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Dalam draf terbaru, pemerintah menetapkan batas maksimum untuk enam kelompok mikotoksin utama, yakni aflatoksin, ochratoksin A, patulin, deoksinivalenol, zearalenon, serta total fumonisin.
Wakil Menteri Kesehatan Do Xuan Tuyen menegaskan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan risiko pertumbuhan jamur selama proses produksi hingga distribusi makanan. Oleh karena itu, standar baru ini dirancang untuk mencakup kategori makanan yang lebih beragam guna menekan risiko kesehatan masyarakat secara lebih komprehensif.
Dalam penyusunannya, pemerintah Vietnam memastikan bahwa regulasi ini selaras dengan prinsip-prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), khususnya terkait hambatan teknis perdagangan. Standar baru ini akan mengacu pada Codex Alimentarius (CODEX STAN 193-1995) serta regulasi Uni Eropa (EC 2023/915) untuk memastikan transparansi dan efisiensi dalam kegiatan ekspor-impor.
Saat ini, Departemen Keamanan Pangan tengah melakukan analisis dampak kebijakan yang mencakup evaluasi biaya bagi pelaku usaha serta kesiapan sistem pengujian nasional. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang stabil, transparan, dan mampu menjamin perlindungan maksimal bagi konsumen di tengah integrasi ekonomi global yang semakin kompetitif.