Pemerintah Kota Ho Chi Minh tengah mengintensifkan kampanye pemeriksaan kesehatan nasional yang menyasar target ambisius, yakni memberikan layanan medis gratis bagi 15 juta penduduk hingga tahun 2026. Hingga awal Juli, tercatat sebanyak 251.409 penduduk telah mendapatkan layanan kesehatan, dengan tren peningkatan partisipasi yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Meskipun jumlah pemeriksaan harian sempat menyentuh angka 13.994 pada awal Juli lalu, secara akumulatif, cakupan layanan di tingkat kota baru mencapai 1,8 persen dari total populasi. Angka ini mencerminkan disparitas kemajuan yang cukup mencolok antarwilayah, di mana beberapa daerah telah mencatatkan cakupan di atas 20 persen, sementara banyak kawasan lain masih berada di bawah ambang batas satu persen.
Zona Khusus Con Dao saat ini menduduki posisi terdepan dengan keberhasilan menjangkau 35,4 persen warganya. Keberhasilan wilayah-wilayah yang mencatatkan performa tinggi ini umumnya dipicu oleh sinergi kuat antara pemerintah setempat, fasilitas medis, dan penggerak komunitas lokal. Fleksibilitas dalam mekanisme pemeriksaan dan efektivitas komunikasi publik menjadi kunci utama yang mempermudah warga untuk mengakses layanan kesehatan.
Sebaliknya, Dinas Kesehatan Kota Ho Chi Minh menyoroti masih adanya 41 kelurahan dan komune yang memiliki tingkat partisipasi sangat minim. Menanggapi kondisi tersebut, otoritas kesehatan mendesak pemerintah daerah yang tertinggal untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memperbaiki strategi jemput bola agar hambatan akses dapat dihilangkan.
Program pemeriksaan massal ini bukan sekadar agenda kesehatan biasa, melainkan langkah strategis menuju sistem perawatan preventif yang berpusat pada masyarakat. Melalui implementasi rekam medis elektronik yang komprehensif, pemerintah kota menargetkan terwujudnya manajemen kesehatan berkelanjutan bagi seluruh warga dalam jangka panjang.