Pasar saham Korea Selatan mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan hari Selasa (21/7/2026). Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) ditutup melesat tajam sebesar 231,68 poin atau 3,56 persen ke level 6.747,95, setelah sempat berfluktuasi cukup lebar di rentang 6.429,03 hingga ke level tertinggi harian di 6.836,86 sepanjang sesi perdagangan.
Kebangkitan indeks utama ini dipicu oleh pulihnya minat risiko investor global yang mendorong aksi berburu saham murah (bargain hunting), khususnya pada sektor teknologi yang sebelumnya terkoreksi dalam. Meredanya tekanan akibat pelepasan posisi berbasis utang (unwinding leverage) serta penguatan nilai tukar mata uang won terhadap dolar AS turut memberikan sentimen positif tambahan bagi pergerakan pasar.
Investor asing bersama institusi menjadi motor penggerak utama penguatan bursa dengan mengamankan posisi beli bersih (net buy) pada deretan saham berkapitalisasi besar. Sementara itu, investor ritel cenderung memanfaatkan momentum kenaikan harga yang cepat ini untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking).
Saham-saham sektor semikonduktor memimpin pemulihan bursa menyusul membaiknya kinerja produsen cip di Amerika Serikat. Raksasa teknologi Samsung Electronics mencatatkan lonjakan harga yang signifikan berkat aliran masuk modal asing, disusul oleh rivalnya SK hynix yang berhasil memulihkan sebagian kerugian dari hari perdagangan sebelumnya.
Di sektor lain, saham transportasi seperti maskapai nasional Korean Air dan emiten pelayaran HMM juga membukukan penguatan seiring meredanya kekhawatiran resesi ekonomi global. Emiten otomotif Hyundai Motor turut finis di zona hijau, sedangkan saham pertahanan Hanwha Aerospace mengalami koreksi tipis akibat aksi ambil untung setelah sempat mencetak reli pada beberapa sesi terakhir.