Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau (GAK) pada level III atau Siaga. Hingga saat ini, aktivitas gempa tremor masih terpantau secara konsisten melalui alat perekam di Pos Pengamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, yang mengindikasikan potensi erupsi masih tetap ada.

Demi menjaga keselamatan, pihak berwenang menegaskan larangan keras bagi masyarakat maupun nelayan untuk tidak mendekat dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah. Petugas pos pengamatan, Deny Mardiono, menyatakan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan dan informasi perkembangan terkini akan disalurkan secara berkala melalui kanal resmi badan geologi untuk menghindari simpang siur informasi.

Di sisi lain, kekhawatiran masyarakat terhadap destinasi wisata di pesisir Banten ditepis oleh pihak pemerintah daerah. Wakil Bupati Serang, Najib Hamas, menegaskan bahwa kawasan wisata Anyer, Cinangka, hingga Carita berada pada jarak yang aman, yakni sekitar 42 kilometer dari titik erupsi. Dengan jarak tersebut, material vulkanik dipastikan tidak akan menjangkau wilayah pemukiman maupun zona wisata.

Pemerintah daerah mengimbau wisatawan agar tidak ragu untuk berkunjung ke kawasan pantai karena kondisi wilayah tersebut terpantau kondusif. Kendati demikian, warga tetap diminta untuk bersikap tenang, tidak terpancing hoaks, dan selalu merujuk pada pernyataan resmi pemerintah sebagai acuan utama dalam memantau aktivitas vulkanik di Selat Sunda tersebut.