Peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau ke Level III atau Siaga sempat memicu kekhawatiran publik, khususnya bagi pengguna jasa transportasi laut di jalur Selat Sunda. Namun, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni menegaskan bahwa hingga Minggu (5/7/2026), aktivitas penyeberangan rute Bakauheni menuju Merak maupun sebaliknya masih berlangsung kondusif.

Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, menyatakan bahwa arus pergerakan kapal belum terdampak oleh aktivitas gunung berapi tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 28 unit kapal tetap beroperasi secara normal melalui tujuh dermaga yang tersedia di Pelabuhan Bakauheni. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi dari otoritas pemerintah terkait situasi terkini.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran, KSOP Bakauheni terus melakukan pemantauan intensif secara berkala, baik melalui pos pengawasan di Pulau Sebesi maupun koordinasi erat dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Langkah mitigasi ini diambil sebagai landasan utama dalam menentukan kebijakan operasional di lapangan.

Sebagai bentuk kewaspadaan dini, otoritas pelabuhan telah mengeluarkan maklumat kepada seluruh nakhoda kapal yang melintasi Selat Sunda. Para pelaku pelayaran diminta untuk meningkatkan kesiagaan terhadap potensi letusan, sebaran abu vulkanik, serta gangguan navigasi. Selain itu, seluruh armada dilarang keras melintas atau mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer, sesuai rekomendasi keamanan dari instansi terkait.