Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Selasa (7/7/2026) petang pukul 17.45 WIB. Peristiwa ini menambah daftar panjang aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, yang tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 12 kali dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, terpantau kolom abu membubung setinggi 700 meter di atas puncak atau mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut. Material vulkanik berwarna putih hingga kelabu tersebut bergerak ke arah utara dan timur laut. Aktivitas ini terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 129 detik.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Catatan kegempaan menunjukkan intensitas aktivitas yang cukup tinggi, di mana pada periode 06.00 hingga 12.00 WIB saja, telah terjadi 14 kali gempa letusan, disusul dengan gempa guguran dan gempa hembusan yang mengindikasikan adanya pergerakan magma di bawah permukaan.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak berwenang menegaskan larangan aktivitas bagi masyarakat di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga dilarang mendekati area dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang jalur Besuk Kobokan, mengingat risiko perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Data MAGMA Indonesia mencatat sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan total 1.344 kali letusan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.