Gunung Ibu yang terletak di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat erupsi terjadi pada pukul 21.40 WIT dengan menyemburkan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak.

Material vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah timur laut. Berdasarkan data seismograf, letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama 58 detik. Fenomena ini menambah panjang catatan aktivitas gunung tersebut yang tercatat mengalami 23 kali erupsi dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Saat ini, status aktivitas Gunung Ibu masih berada di Level II atau Waspada. Catatan kegempaan harian menunjukkan fluktuasi aktivitas yang cukup tinggi, di mana tercatat 103 kali gempa letusan, satu kali gempa hembusan, dan 11 kali gempa harmonik sepanjang hari Rabu kemarin. Data dari MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, Gunung Ibu telah mencatatkan 1.017 kali erupsi, menjadikannya salah satu gunung paling aktif di Indonesia setelah Gunung Semeru.

Pihak PVMBG terus memberikan imbauan tegas kepada warga setempat maupun wisatawan untuk tetap mematuhi zona larangan beraktivitas. Masyarakat dilarang keras memasuki radius dua kilometer, dengan perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sisi utara guna menghindari risiko bahaya dari material vulkanik yang tidak terduga.