Lembaga keuangan global, JPMorgan, memberikan proyeksi positif terhadap prospek saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Dalam laporan riset ekuitas terbarunya bertajuk "Micro trumps macro; tactical upgrade to OW", JPMorgan meningkatkan rekomendasi saham BBRI dua tingkat sekaligus, dari sebelumnya Underweight menjadi Overweight. Target harga saham bank pelat merah ini juga direvisi naik menjadi Rp3.400 per lembar untuk periode hingga Juni 2027, dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp2.730.
Langkah ini menandai perubahan arah pandangan para analis JPMorgan yang dipimpin oleh Harsh Wardhan Modi, setelah sebelumnya bersikap pesimistis sepanjang semester pertama tahun 2026. Meskipun ketidakpastian makroekonomi masih membayangi, JPMorgan kini menilai kekuatan fundamental segmen mikro BRI cukup tangguh untuk mendorong pemulihan kinerja perseroan sekaligus menjadi motor penggerak harga saham di pasar modal.
Optimisme raksasa investasi tersebut bersandar pada perbaikan kualitas aset (asset quality) pada portofolio kredit mikro BBRI. Manajemen bank dinilai sukses memperketat proses seleksi debitur (underwriting) serta meningkatkan efektivitas penagihan utang. Upaya ini berhasil menekan biaya kredit (credit cost) mendekati target yang dicanangkan oleh manajemen untuk tahun ini.
Salah satu strategi kunci yang mendapat apresiasi adalah restrukturisasi beban kerja mantri atau petugas kredit mikro. BRI berhasil memangkas rasio pengawasan dari 528 debitur per petugas pada tahun 2022 menjadi 456 debitur, dan menargetkan rasio tersebut turun hingga mendekati 400 debitur per petugas. Pengurangan beban kerja ini memungkinkan pemantauan portofolio dan penagihan kredit macet berjalan lebih intensif dan fokus.
Dari sisi eksternal, daya beli dan arus kas nasabah di tingkat akar rumput turut terbantu oleh berbagai program stimulus pemerintah. Program makanan bergizi gratis, pembentukan koperasi, serta penyaluran subsidi energi dan bantuan sosial dinilai efektif menjaga ketahanan finansial masyarakat pedesaan. Faktor-faktor ini secara akumulatif mengurangi risiko gagal bayar pada segmen mikro yang menjadi motor bisnis utama BRI.
Di samping perbaikan fundamental, valuasi saham BBRI saat ini dipandang sangat atraktif karena diperdagangkan pada level diskon yang cukup dalam. Pada harga Rp2.970 per saham, BBRI merefleksikan valuasi yang lebih murah dibandingkan bank BUMN besar lainnya seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). Hal ini memberikan ruang peningkatan harga (upside) sekitar 14 persen menuju target harga baru, di luar potensi keuntungan dari pembagian dividen tahunan yang stabil.