Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, hingga saat ini masih mempertahankan status Level III atau Siaga. Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Senin (6/7/2026), aktivitas vulkanik gunung tersebut menunjukkan adanya emisi asap kawah.

Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api menunjukkan bahwa asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal terpantau membumbung setinggi 10 hingga 100 meter di atas puncak. Kondisi visual gunung terpantau cukup jelas, meskipun sesekali tertutup oleh kabut tipis dengan kondisi cuaca di sekitar lokasi yang cerah hingga berawan.

Dari sisi seismik, PVMBG mencatat adanya aktivitas gempa low frequency dengan durasi 19 detik serta rekaman tremor menerus yang memiliki amplitudo berkisar antara 1 hingga 2 milimeter. Meski aktivitas vulkanik masih terjadi, kondisi perairan di sekitar wilayah gunung dilaporkan dalam keadaan tenang dan kondusif.

Terkait potensi bahaya, PVMBG menegaskan kembali larangan bagi masyarakat, nelayan, maupun wisatawan untuk mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer. Imbauan ini merupakan langkah mitigasi wajib untuk mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik yang bersifat fluktuatif serta menjaga keselamatan publik dari risiko yang tidak terduga.