Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Berdasarkan laporan pemantauan, gunung api tersebut tercatat mengalami tujuh kali erupsi yang berlangsung secara beruntun sejak Rabu (8/7/2026) dini hari hingga pagi hari pukul 09.54 WIB.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengonfirmasi rangkaian peristiwa alam tersebut. Menurutnya, kolom abu vulkanik yang terpantau memiliki ketinggian yang bervariasi, dengan intensitas semburan tertinggi mencapai 407 meter di atas permukaan laut pada letusan kedua dan ketiga.

Hasil rekaman seismograf menunjukkan durasi dan kekuatan gempa erupsi yang tidak menentu. Meskipun aktivitas vulkanik mengalami peningkatan, pihak otoritas geologi menyatakan bahwa kondisi saat ini masih dalam batas yang terpantau dan berada dalam kategori yang dapat dikelola oleh tim pengamat di lapangan.

Menanggapi situasi ini, pihak pos pantau menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, masyarakat setempat serta nelayan dilarang keras untuk mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer guna mengantisipasi potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.