Gunung Ile Lewotolok yang berlokasi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Selama periode pengamatan 16 hingga 30 Juni 2026, Badan Geologi mencatat terjadinya 1.475 kali erupsi yang disertai dengan berbagai jenis aktivitas kegempaan lainnya.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa selain erupsi, alat pemantau merekam ribuan aktivitas gempa hembusan serta intensitas gempa harmonik dan tremor non-harmonik yang menunjukkan eskalasi dibandingkan periode dua pekan sebelumnya. Proses ini mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman menuju permukaan yang meningkatkan tekanan pada struktur tubuh gunung.
Secara visual, kolom erupsi dilaporkan mencapai ketinggian 800 meter, sementara hembusan asap mencapai 300 meter dari puncak kawah. Fenomena alam ini terkadang disertai dengan suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah hingga sedang. Sinar api serta lontaran material pijar juga teramati mengarah ke sektor tenggara dan selatan kawah.
Pihak berwenang menekankan agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tetap mematuhi zona larangan. Seluruh pihak diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif untuk menghindari risiko material pijar maupun aliran lava yang sewaktu-waktu bisa terjadi.