LHOKSEUMAWE – Sebagai upaya merespons pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor akademis, Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar ajang edukatif bertajuk Gemini Aksara 2026. Berlangsung di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, kegiatan ini dirancang khusus untuk mendorong mahasiswa agar mampu memanfaatkan ekosistem AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Acara yang mengusung tema "Revolusi Riset Mahasiswa: Mengoptimalkan Gemini dan Ekosistem Google AI untuk Penulisan Akademik yang Cerdas" ini diinisiasi oleh Annisya Febriana Lubis, salah satu peraih Top 50 Gemini Achiever. Berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Unimal, program ini memadukan ruang pembelajaran dengan berbagai kompetisi, seperti lomba esai, lomba pembuatan konten kreatif, serta gelar wicara edukatif.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Unimal, Prof. Dr. Arnawan Hasibuan, Ph.D., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia mengingatkan bahwa di era digital saat ini, mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi pengguna pasif, melainkan harus memahami cara kerja AI dengan benar agar teknologi tersebut tidak menggerus kemampuan berpikir kritis.
Arnawan menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk terus mengasah kompetensi diri sekaligus mengenali batasan penggunaan AI. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat guna akan meningkatkan produktivitas serta melahirkan karya tulis ilmiah berkualitas tanpa mengorbankan integritas akademik.
Dalam sesi gelar wicara, akademisi Widyana Verawaty Siregar, Ph.D., memaparkan peran strategis platform Gemini dalam mendukung riset. AI dapat mempermudah mahasiswa dalam menemukan ide segar, mengeksplorasi referensi, hingga menyusun sistematika tulisan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti kecerdasan manusia.
Di sisi lain, Ketua HIMASI Unimal, Hadistilla Rayzan Fasya, menyatakan bahwa Gemini Aksara 2026 menjadi wadah krusial untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa. Annisya Febriana Lubis selaku inisiator turut menambahkan bahwa penguasaan teknologi mutakhir ini wajib diimbangi dengan etika riset yang kuat agar menghasilkan inovasi yang valid dan orisinal.