Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (13/7/2026). Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 09.21 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak.
Material abu yang disemburkan teramati memiliki warna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Semburan tersebut mengarah ke sisi timur dan tenggara. Rekaman seismograf menunjukkan erupsi kali ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 22 milimeter dengan durasi letusan selama 106 detik.
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Data aktivitas gunung api mencatat bahwa sepanjang Senin dini hari, tepatnya pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, telah terjadi 18 kali gempa letusan, empat kali gempa guguran, serta dua kali gempa harmonik yang menandakan masih adanya dinamika magma di dalam perut bumi.
Pihak berwenang secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diminta menjauhi area sempadan sungai hingga jarak 500 meter, mengingat adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau jarak hingga 17 kilometer dari puncak.
Perlu diketahui bahwa Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Dari total 3.145 letusan yang tercatat di seluruh wilayah Indonesia oleh MAGMA Indonesia tahun ini, Gunung Semeru menyumbang angka tertinggi dengan catatan 1.390 kali erupsi.