Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan eskalasi signifikan. Hingga Selasa (7/7/2026) sore, gunung api tersebut tercatat mengalami delapan kali erupsi dengan kolom abu mencapai ketinggian 1.400 meter di atas puncak.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat setempat serta wisatawan. Pihak otoritas melarang keras segala bentuk aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi risiko keselamatan jiwa akibat lontaran material vulkanik maupun awan panas.

Dalam laporan terbaru, terpantau kolom abu tebal berwarna kelabu bergerak ke arah barat dan barat laut. Erupsi terakhir yang terekam pada pukul 16:40 WITA memiliki durasi 140 detik dengan amplitudo seismik mencapai 10,5 mm. Badan Geologi mengimbau warga agar tetap tenang, tidak terpengaruh informasi hoaks, serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.

Selain ancaman erupsi, masyarakat di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi, seperti di wilayah Dulipali, Nobo, dan Hokeng Jaya, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama jika terjadi curah hujan tinggi. Warga yang terdampak sebaran abu vulkanik juga diwajibkan mengenakan masker sebagai perlindungan dasar untuk mencegah gangguan pernapasan.

Pemerintah daerah diminta terus mempererat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera. Pihak PVMBG memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala demi menjamin keselamatan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.