Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Sepanjang periode pengamatan Selasa (7/7/2026), mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, gunung tersebut terpantau mengeluarkan asap kawah berwarna hitam tebal, yang disertai dengan aktivitas kegempaan yang bervariasi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam laporannya menjelaskan bahwa tinggi kolom asap mencapai rentang 10 hingga 200 meter di atas puncak kawah. Warna asap yang teramati pun bervariasi, mulai dari putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas yang berubah-ubah, dari tipis hingga tebal.

Selain visual asap, instrumen pemantau mencatat adanya aktivitas kegempaan yang cukup aktif, meliputi 9 kali gempa hembusan, 12 kali gempa tremor harmonik, serta satu kali gempa hybrid. Tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo dominan 1 milimeter juga masih terus terekam, yang menunjukkan dinamika magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung.

Meskipun aktivitas terpantau meningkat, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Sebagai langkah antisipasi demi keselamatan warga dan wisatawan, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas agar tidak ada pihak yang mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer.