Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Rabu (8/7/2026). Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung tersebut tercatat mengalami 10 kali erupsi sepanjang hari, dengan letusan terakhir terpantau pada pukul 23.30 WIT.
Laporan dari aplikasi MAGMA Indonesia menyebutkan bahwa meskipun visual letusan tidak teramati secara langsung, instrumen seismograf mencatat aktivitas kegempaan yang cukup signifikan. Erupsi terakhir terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi selama 45 detik. Sepanjang hari tersebut, akumulasi aktivitas seismik menunjukkan telah terjadi 84 kali gempa letusan, satu kali gempa guguran, serta tiga kali gempa hembusan.
Hingga saat ini, status Gunung Ibu masih berada di Level II atau Waspada. Mengingat intensitas erupsi yang terus terjadi, PVMBG memberikan instruksi tegas kepada warga lokal maupun wisatawan. Masyarakat dilarang keras beraktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Selain itu, terdapat perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sisi utara yang dianggap sebagai zona rawan.
Data dari MAGMA Indonesia mencatat lonjakan aktivitas gunung api di Indonesia sepanjang tahun 2026, dengan total 3.038 kali letusan. Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat sebagai gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi, yakni 1.354 kali, disusul oleh Gunung Ibu dengan total 1.018 kali letusan selama periode yang sama.